Weather Reports



The Author

"Born in Balikpapan, grew in Makassar, wandered in Bandung, and finally, stranded in this cosmopolitan city, Jakarta"

- A3 July 2008 -

Google Search

You can search the web faster from here.


Recent Posts

These are the last 5 posts of mine. You can read it by clicking the links below.

  • Kepingin Laptop
  • Survey Padang, ...
  • Kepala BPPT Said ...
  • Perdido Sin Ti
  • Cara Mempercepat ...
  • maintenance links

    My Shoutbox

    Shoutmix !!



    Yahoo Messenger

    Powered By

    Locations of visitors to this page

    Page Rank blog-indonesia.com

    January 29, 2007

    Takut by Stereomantic

    Beberapa malam terakhir, lagu ini biasa diputar di radio-radio Jakarta (atau gwnya kali yg baru dengar :D ). Lagunya ringan, enak banget di dengar, dan lumayan bikin rileks setelah capek kerja seharian. Tadinya gw pikir yg nyanyi lagu ini La Luna atau Ten 2 Five, nggak taunya band baru yg namanya lumayan unik, Stereomantic. Here is the lyric :

     
    Takut  by Stereomantic (cipt.Maria)

    di tengah keramaian
    sesaat ku terdiam
    ku melihat sesuatu
    yang membuka hatiku

    tepat di depan mata
    aku melihat cinta…
    …ku yang tlah berlalu
    namun terus mengganggu

    walau ku tak lagi sendiri
    namun kau tetap saja menghantui…
    tak pernah ku setakut ini
    ku takut jatuh cinta kepada dirimu lagi…

    cukup sekali ini
    dan jangan ada lagi
    pertemuan denganmu
    menyesakkan hatiku

    walau ku tak lagi sendiri
    namun kau tetap saja menghantui…
    tak pernah ku setakut ini
    ku takut jatuh cinta kepada dirimu lagi…

    walau ku tak lagi sendiri
    namun kau tetap saja menghantui…
    tak pernah ku setakut ini
    namun kau tetap saja menghantui…
    walau ku tak lagi sendiri
    ku takut jatuh cinta kepada dirimu lagi…

     

    ….. what a nice song :)

    Note : Lyrics taken from Stereomantic Official Website 

     

    API Programming Lesson 1

    Filed under: IT, Activity

    I’ve begun to study the API Functions of VB6 alongside VB2005 Coding (OMG, it’s gonna be tough :o ).

    Notes from Lesson 1:

    • These are the basic functions of API : FindWindow, FindWindowEx, GetCursorPos, WindowFromPoint, GetClassName, GetWindowText, and SetWindowText (SendMessage could be the basic function too, but i have not studied about it. I’ll write about it in lesson 2 :) )
    • These are the basic functions which need buffer for storing the return value : GetClassName and GetWindowText (Does it mean that all API functions began with ‘get’ always need buffer ? I’ll find the answer :) )
    • FindWindow, FindWindowEx and WindowFromPoint will return the handlewindow (hWnd) of a window. If you know the class name, use FindWindow/FindWindowEx. If you don’t know the class name, use WindowFromPoint instead.
    • FindWindow could be used to determined if a window was a parent or a child window. Just use it with a class name (class got by windowfrompoint function). If the return value is 0 then it’s a child window and vice versa.
    • If you want to edit a window text with SetWindowText function individually, use hWnd generated by WindowFromPoint. If you want to set window text globally, use hwnd genereted by FindWindow-GetClassName instead (Still confusing me).

     

    I think it’s enough for today :)  

    January 22, 2007

    My New W810i

    Filed under: Activity

    Sony Ericsson W810i 

    Akhirnya jadi jg gw beli HP ini. Karena tujuan gw ke Bandung kemarin memang untuk shopping, akhirnya gw singgah jg ke BEC. Waktu beli gw sempat bingung jg, soalnya ada dua model yg gw suka dari Sony Ericsson. Kalo nggak K Series, ya W Series. Dari dua seri ini yg paling gw suka (dan pas di kantong tentunya :P ), adalah K790i dan W810i. Harga keduanya cuman selisih 20 ribu perak doang.

    Kalo K790i lebih bagus di kamera, screen lebih lebar, software untuk gambar lebih lengkap, sedangkan W810i, sesuai namanya, lebih mantap di suara, software untuk musik lebih lengkap dengan equalizer, mega bass dan Memori tambahan yg besar. Gw sampe bingung mau pilih yg mana. Yg jual HP sampe cengar-cengir, sambil ngasih tau kelebihan masing-masing HP dengan gaya sok tau, padahal gw udah tau persis spek lengkap keduanya karena semalaman dah browsing di internet :P

    Setelah mikir beberapa menit, akhirnya gw pilih W810i. Pertimbangannya, gw lebih butuh hiburan kalo lagi di luar kantor. Dan gw lebih butuh musik daripada kamera. Toh W810i jg ada kameranya, walaupun nggak sebagus K790i.

    Setelah dicoba, uuww … suaranya emang keren banget, apalagi kalo pake megabass. Cuman satu kelemahannya, kalo pas pindah track kayak ada distorsi gitu. Tapi nggak apalah, yg penting pas lg playback nggak ada distorsinya sama sekali. Bersih :) .

    Ternyata W810i jg punya software buat baca RSS feed dari situs, dan postingan blog gw sekarang dah bisa gw baca  lewat HP gw … hehehe senangnya … :P .

    Dari segi konektivitas, ternyata sangat gampang memindahkan file dari PC ke HP ini. Cukup hubungkan kabel USB-to-Phone ke PC, habis itu tinggal copy paste seperti halnya USB flashdisk. Dengan memori tambahan dari memori stick duo (defaultnya 512 mb), kita bisa mengisi sampai ratusan lagu dengan format mulai dari mp3, mp4, sampe m4a (sayangnya nggak ada wma).

    Ahhh … dengar walkman dulu ahhhh …. :P  

    January 21, 2007

    Bandung Nite’

    Filed under: Activity

    Akhirnya, jadi jg gw ke bandung sabtu kemarin. Awalnya ragu jg, mau pergi atau nggak. Kalo pergi bisa dipastikan gw bakal "foya-foya" di sana, kalo tetap di Jakarta gw jg nggak ada kerjaan apa2. Udahlah drpd bengong, mendingan pergi, toh nggak tiap minggu gw ke Bandung, hitung2 refreshing.

    Gw naik KA Parahyangan yg berangkat dr Gambir jam 6.25 sore, rupanya gerbong eksekutifnya kosong melompong, cuman ada 8 orang di sana termasuk gw. Tapi baguslah, gw lebih bisa menikmati perjalanan. Sepanjang perjalanan gw menggigil, ACnya kelewat dingin, mungkin karena penumpangnya terlalu sedikit. Akhirnya kereta nyampe di Bandung jam 9.30 malam.

    Malam di Bandung masih nggak berubah. Hawa dingin masih terasa, walaupun nggak sedingin 8 thn lalu, waktu pertama kali gw menginjakkan kaki di kota kembang ini. Setelah nunggu hampir 15 menit di depan stasiun, baru dapat angkot yg ke Cisitu. Salah gw jg datangnya telat, soalnya kalo udah lewat jam 9 malam, angkot yg ke Cisitu pasti dah jarang.

    Gw turun sebentar di pertigaan WastuKancana - Tamansari, tempat pertama yg gw tinggalin di Bandung. Jalan udah sepi, kampus UNISBA dan UNPAS kelihatan samar di balik pohon-pohon pinggir jalan. Jadi ingat masa-masa waktu pertama kali datang ke Bandung dulu, waktu gw suka keluar malam buat ngilangin rasa kangen dengan kampung. Iseng, gw jalan-jalan ke arah Jl. RE Martadinata. BEC udah tutup, Jl. Purnawarman juga sudah sepi. Akhirnya gw jalan terus ke arah perempatan Juanda - BIP, terus belok ke utara. Di depan Planet Dago, gw naik lagi angkot Kalapa-Dago, yg ke arah Dago. Nah, di sepanjang jalan Juanda ini, ramainya luar biasa. Gw baru ingat kalo ini malam minggu, wajar aja kalo yg banyak berkeliaran ABG tanggung di sini.

    Ada pemandangan menarik yg baru gw perhatikan akhir-akhir ini di Bandung. Mungkin orang-orang sudah pada tau kalo di perempatan atau pertigaan jalan Bandung banyak pengamennya. Tp yg gw liat di perempatan Juanda - Sulanjana ini benar-benar unik, sekelompok ABG, cowok dan cewek, biasanya lebih dari 5 orang, yg jelas-jelas nggak keliatan seperti pengamen, asik bernyanyi-nyanyi ria sambil meminta "sumbangan" dr pengendara kendaraan yg berhenti di lampu merah. Entah emang karena nggak dikasih duit sama ortunya atau cuman hobi baru, soalnya gw liat mereka nyanyinya hepi banget, nggak kayak pengamen yg keliatan nggak makan sebulan :D .

    Akhirnya gw turun di pertigaan Juanda - Ganesha. Warung Dwi Lingga (DL), masih ramai dikunjungi orang-orang. Kebanyakan ABG atau mahasiswa ITB yg lagi "lembur" di kampus. Jadi ingat dulu, kalo capek main game online di kampus, larinya pasti ke DL, sekedar buat nyari minuman hangat atau makan indomie goreng kalo perut dah keroncongan :D . Begitu lewat DL, mulai tercium bau yg nggak asing lagi buat orang-orang di lingkungan Ganesha. Bau kotoran kuda dan kotoran burung. Ahahaha … jalan ganesha sampe banyak ketutupan sama "bom organik" dari dua hewan ini, terutama dr burung. Jadi kalo anda jalan-jalan di Ganesha, terutama pagi dan sore hari, sebaiknya bawa topi atau pelindung kepala kalo nggak mau kena "rejeki dr atas" … :P

    Setelah sholat Isya di Salman, gw coba cari makan di GelapNyawang, ternyata sebagian udah pada tutup. Karena lapar di perut benar-benar nggak bisa ditolerir lagi, gw terusin jalan ke arah Balubur Baru. Nah, di sini warung-warung masih banyak buka. Dan akhirnya gw bisa nikmatin lagi Seafood kesukaan gw, Udang Saus Tiram :D .

    Kenyang habis makan, gw jalan ke arah pagar di parkir barat ITB. Apa boleh buat, karena celah pagarnya sempit, akhirnya gw panjat pagar jg. Untung nggak ada satpam yg liat :P . Kampus dah sepi. Gedung Aula Barat, Sipil dan Science Center B gelap gulita. Akhirnya sampe jg gw di Jurusan. Gw tidur-tiduran sebentar di bangsal depan labtek biru sebelum masuk ke lab. Udara segar terasa lagi dan bintang-bintang mulai bermunculan di balik awan gerimis malam ini.

    Ah …. starry…starry…bandung nite’… :)

    January 19, 2007

    Could you please tell me the meaning of “Happiness” ?

    Filed under: Thought and Opinion

    Pernahkah anda merasakan, hidup tanpa sesen rupiah pun di saku pakaian anda (nggak ada ATM atau kartu kredit jg tentunya) ?

    Saya pernah mengalaminya beberapa kali. Pertama kali saya mengalaminya di Bandung. Datang jauh-jauh dengan segudang harapan untuk belajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di negeri ini. Ketika mengambil uang di salah satu ATM di daerah bandung wetan, uang saya "tertelan" oleh mesin ATM. Maksudnya, uang yang ingin saya tarik nggak keluar, tapi saldo saya berkurang. Karena saya ingin mengambil seluruh isi tabungan saya dan uangnya tertelan ATM, otomatis saldo tabungan saya hampir nggak bersisa. Padahal besok lusanya saya harus mengikuti ujian SPMB (waktu itu namanya masih UMPTN).

    Anehnya, di saat-saat genting seperti itu, di mana saya cuman bisa beli tiga potong bala-bala (bakwan) untuk jatah makan saya selama dua hari, saya masih bisa belajar dengan tenang sebelum ujian. Rasa optimis datang entah dari mana dan saya merasa sangat nyaman dalam keadaan sulit itu. Waktu ujian pun pikiran jadi lebih jernih dan saya bisa melewati ujian dengan lancar dan akhirnya diterima di PT negeri pilihan saya.

    Sekarang, saya sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri. Dari pekerjaan saya sekarang, bisa dibilang nggak ada istilah "kantong kering" lagi buat saya. Dan - bukannya bermaksud menyombongkan diri - beberapa saat lalu saya baru mendapatkan bonus proyek yg sangat besar dari perusahaan saya. Seumur hidup, baru kali ini saya memegang duit sebanyak itu dari hasil keringat sendiri.

    Anehnya, dengan keadaan seperti sekarang, saya sama sekali nggak merasa gembira. Yah, senang sedikit sih, karena ini semua didapat dari usaha saya sendiri, tp selanjutnya …  saya nggak merasakan sesuatu yg istimewa. Yg muncul malah rasa bingung, akan saya apakan uang sebanyak ini ? Mau dibelanjakan apa ? Mau ditabung ? Atau apa ? Banyak pertanyaan yg muncul dalam kepala saya. Benak saya dipenuhi berbagai hal.

    Kalo di kasih orang tua, mau brp banyak, ya ? Kalo dibelanjakan mau beli apa ? Terus gmn ntar ktar kalo abah (sebutan untuk ayah saya) pensiun tiba-tiba ? Keluarga saya di kampung harus bersandar pd siapa lg kalo bukan saya ? Oh iya, komputer saya yg rusak harus diperbaiki secepatnya, dan bla..bla..bla..lainnya..

    Akhirnya yg muncul hanya rasa pusing dan ngantuk, ujung-ujungnya stress sendiri dan begitu sadar saya baru tau kalo barusan saya ketiduran pada saat jam kerja. Aneh bukan ? Banyak uang, tp yg datang malah beban pikiran. Coba bandingkan dengan cerita saya di awal tulisan ini, di saat saya nggak punya uang sepeser pun.

    Kalo begitu, sebenarnya apa sih yg dimaksud dengan "kebahagiaan" itu ? Apakah itu uang ? Kekayaan ? Selama ini saya bekerja sebenarnya untuk apa ? Kenapa saya nggak bisa merasakan lagi "kebahagiaan" yg sama seperti pada saat saya nggak punya uang ?

    Apa yg harus saya lakukan agar saya bisa merasakan "kebahagiaan" itu lagi ?