Weather Reports



The Author

"Born in Balikpapan, grew in Makassar, wandered in Bandung, and finally, stranded in this cosmopolitan city, Jakarta"

- A3 July 2008 -

Google Search

You can search the web faster from here.


Recent Posts

These are the last 5 posts of mine. You can read it by clicking the links below.

  • Kepingin Laptop
  • Survey Padang, ...
  • Kepala BPPT Said ...
  • Perdido Sin Ti
  • Cara Mempercepat ...
  • maintenance links

    My Shoutbox

    Shoutmix !!



    Yahoo Messenger

    Powered By

    Locations of visitors to this page

    Page Rank blog-indonesia.com

    July 7, 2008

    Cara Mempercepat Download Torrent

    Filed under: IT, Guide, Bhs Indonesia

    Barusan ada sahabat maya yg komplain, katanya dia download file lewat jalur P2P bittorrent, tp lambatnya gila-gilaan. File 100 MB, baru selesai download 2 hari. Padahal dia sudah ngikutin saran para ‘pakar’ per-torrent-an, tp masih juga lambat.

    Well, berhubung saya jg sempat jadi downloader setia lewat torrent, berikut ada beberapa catatan kecil untuk mempercepat proses download. Semoga bermanfaat.

    1. Pilih File Yang Seeder-nya Paling Banyak.

    Sebelum memilih file torrent yg ingin diunduh, ada baiknya anda perhatikan jumlah seeder dan peer yg ada. Biasanya tiap situs yg menyediakan file torrent akan menampilkan statistik jumlah seeder, peer dan leecher dari file tersebut. Seeder adalah client yg sudah 100% memiliki file tersebut dan saat itu sedang meng-upload file yg bersangkutan. Peer, mirip dengan Seeder, tp belum memiliki 100% file, dengan kata lain, selain meng-upload file, peer juga masih mendownload file yg sama dr Seeder/Peer lainnya. Leecher, seperti namanya, adalah peer yg ‘nggak niat’ mengupload, maunya cuman ‘nyedot’ (download) aja. Biasanya rasio download-upload leecher berbeda sangat jauh, misal download 100 kbps, uploadnya cuma 3 kbps.

     

    Kesimpulannya, makin banyak seeder, makin cepat downloadnya. Makin banyak leecher, download bisa nggak selesai-selesai. Kalo anda nemu file yg seeder-nya 0, lupakan aja, cari file lain. Seeder 0 artinya nggak ada client yg mengupload file tersebut, artinya file yg anda download nggak akan pernah tuntas.

    2. Perbanyak Tracker List

    Tracker adalah server yg memberi dan menerima informasi client yg saat itu mengupload/mendownload file. Umumnya satu file torrent memiliki beberapa tracker yg memiliki informasi jumlah dan alamat dr client di bawahnya. Jadi, makin banyak tracker untuk satu file, makin banyak pula informasi client yg bisa dihubungi, terutama seeder. Seperti yg sudah dijelaskan di atas, makin banyak seeder, makin cepat downloadnya.

     

    Kalo anda mendownload 1 file lewat torrent, biasanya tidak semua tracker untuk file tersebut tercatat di client. Beberapa torrent client biasanya menyediakan fasilitas untuk menambah jumlah tracker untuk file yg sedang didownload.

    3. Jadilah Leecher Yg Baik

    Sudah jadi rahasia umum kalo koneksi internet di Indonesia tuh ‘empot-empotan’ kayak bajaj. Kadang jalan, kadang pula mogok. Tapi pada dasarnya tetap aja lambat kalo dibandingkan dengan koneksi internet di luar negeri. Nah, hal ini juga berpengaruh pada proses download file lewat torrent. Kalo kebetulan koneksi internet anda memiliki keterbatasan bandwidth, anda bisa memperbesar kecepatan download dan memperkecil kecepatan uploadnya.

    Jadi leecher dong ? Emang, tp yg perlu diingat, jangan terlalu ekstrim dalam memperkecil kecepatan upload. Lakukan dengan rasio yg masih masuk akal, misal 1:2 (Kecepatan download 2x kecepatan upload, misal 100 kbps download/50 kbps upload). Dan jangan lupa, setelah download tuntas, filenya dishare/upload lg dengan kecepatan normal, dalam hal ini anda sudah menjadi seeder.

    Umumnya, fasilitas untuk memperbesar/memperkecil transfer rate untuk download/upload ada di tiap torrent client.

    4. Tambah Koneksi Peers

    Umumnya tiap satu pekerjaan download, torrent client akan membatasi jumlah peer yg terkoneksi biasanya hanya sampai 50 peers. Anda bisa menambah jumlah peer yg terkoneksi dengan client anda melebihi batasan tadi, misalnya jadi 100.

    Sekedar catatan, jangan terlalu banyak menambah peers, misal 500 atau 1000 atau melebihi jumlah peers untuk file itu sendiri. Dari pengalaman saya, menambah peers terlalu banyak akan menyebabkan data yg didownload cacat. Maksudnya gini, ada istilah Hash dalam torrent. Hash adalah semacam kode string yg berisi informasi tentang file torrent yg didownload, seperti ukuran, daftar file, sampai potongan (pieces) dr file-file tadi. Ketika mendownload, torrent client akan membandingkan file yg sudah didownload dengan informasi pada hash. Kalo ternyata nggak cocok, client akan mengabaikan file tadi dan mendownload ulang file yg cocok dengan informasi hash tadi. Data yg diabaikan tadi disebut hash fails atau rubbish data. Terlalu banyak peers akan menambah jumlah hash fails yg malah akan mengakibatkan download menjadi lebih lama.

    5. Cara ‘Maksa’ (PENULIS TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN YG DITIMBULKAN OLEH CARA INI)

    Dulu waktu saya jd maniak download lewat torrent, saya suka nginap di kantor. Nah, biasanya waktu hari libur sepi, tp ada beberapa komputer teman yg ditinggal masih nyala, dan saya tau kalo komputer itu juga lagi download file. Jadi gimana caranya supaya download torrent saya nggak terganggu dengan download teman-teman lain ?

    Hehehe …. tinggal cabut kabel jaringan dr tiap komputer tersebut dan … wuss … download jadi cepat deh. Setelah download selesai, pasang lagi kabel jaringan di tiap komputer tadi, dan pasang tampang pilon esok harinya. Hahaha …. old days.

    Hahaha … cara terakhir tadi jangan diikutin deh. It is very dangerous. Ntar kalo anda tertangkap basah sama admin jaringan atau bos, bisa panjang ceritanya.

    OK, selamat mendownload.

    June 10, 2008

    Cara Switchback Dari Yahoo! Mail Beta ke Classic Secara Permanen

    Filed under: IT, Guide, Bhs Indonesia

    Nggak usah panjang-panjang ya postingannya emoticon. Sudah malam soalnya.

    Mungkin ada yg udah pernah pake Yahoo! Mail Beta. Gimana kesannya ? Inovatif ? Keren ? Nggak perlu repot buka Yahoo Messenger lagi ?

    Kalo sy mah kesannya cuman satu : LAMBAT.

    Nggak peduli sekeren apapun tampilannya, kalo aksesnya jadi tambah lambat ya nggak ada gunanya. Konyolnya, kok malah iklan-iklannya Yahoo! munculnya lancar, tanpa ada masalah apapun. Kadang waktu iklan udah muncul, emailnya malah nggak muncul dan hanya menyisakan pesan menyebalkan kayak berikut :

    Mail appears to be taking longer to load than usual.
    This could be a temporary glitch. Try refreshing your page. Or for this session only, click here to see if Mail Classic loads faster.

    Buat yg udah sebal sama Mail Beta mungkin pernah berpikir untuk beralih lagi ke Mail Classic secara permanen. Sekali anda beralih ke Mail Classic, tiap kali login anda tetap akan masuk ke Mail Classic. Anda masih bisa pindah ke Mail Beta sewaktu-waktu. So … don’t worry that you can not access Mail Beta in the future. It’s safe.

     

     

    Ada dua cara yg bisa digunakan :

    1. Cara paling gampang, menggunakan menu Options –> Switch to Yahoo! Mail Classic (di sebelah kanan atas panel). Kalo cara ini gagal karena Yahoo! Mail Beta yg kelewat lambat, anda bisa pake cara kedua.
    2. Menggunakan link ‘rahasia’ berikut : http://us.mg1.mail.yahoo.com/dc/optout?script=no .
    Bila ada pertanyaan "Do you really want to opt out ?", klik Yes, dan anda akan langsung diarahkan ke halaman Yahoo! Mail Classic. Jangan lupa, anda sudah harus Sign-In dulu sebelum menggunakan link di atas.

    ————–

    Sumber : Yahoo.com. Semoga bermanfaat emoticon .

     

    May 27, 2008

    PIO Mode - Ketika Proses Baca dan Tulis (Burn) DVD/CD Lambat

    Filed under: IT, Guide, Bhs Indonesia

    Heh … akhirnya nulis tentang IT lagi, padahal kemarin bilangnya mau ngurangin tulisan tentang IT. Emang gitu sih resikonya kalo sehari-hari ‘bergaul’ dengan PC. Kalo nemu sesuatu yg baru (apalagi yg jarang diketahui orang) bawaannya pingin ditulis di blog mulu. Tulisan kali ini bermula dari pengalaman beberapa jam yg lalu, waktu saya lg ngebakar (burn) DVD buat backup file-file penting. Kita share aja lah ya … semoga berguna kalo anda kebetulan juga mengalami masalah yg sama dengan yg saya alami saat itu emoticon.

    Anda mungkin sudah tau DVD, salah satu media penyimpanan data yg populer saat ini. Sebuah DVD single-layer konon bisa menyimpan data hingga 4.7 GB atau sebanding dengan (lebih dari) 6 CD ukuran 700 MB. Dengan kapasitas sebesar itu, tidak aneh bila DVD sering digunakan untuk menyimpan data berukuran ‘jumbo’ misalnya video, installer program, musik dan lain-lain. Saya juga termasuk orang yg suka membuat cadangan data-data dalam bentuk DVD untuk berjaga-jaga kalo suatu saat PC saya ngadat.

    Nah, cerita ini bermula tadi pagi, selepas subuh ketika saya lg kepingin mem-backup beberapa game saya (ehm .. maklumlah, namanya jg gamer). Setelah DVD-R dimasukkan ke DVDRW drive, mulailah saya memilah-milah game apa yg akan dibakar ke DVD (saya pake Nero 6). Setelah ukuran file yg mau dibakar sudah mendekati 4.7 GB, proses burn pun dimulai. Awalnya nggak ada yg aneh, sampai saya sadar kalo proses burning-nya berjalan lambat … sangat lambat. Walaupun curiga, saya tetap ’setia’ menunggu sampai proses pembakaran DVD selesai.

    Penjaja sarapan udah pada pulang, berganti penjaja sayuran, teman-teman sekost pun udah pada pergi kerja dan ibu-ibu udah mulai berisik dengan gosipnya di belakang kamar gw, tp proses burning belum juga tuntas. Apa gerangan yg terjadi dengan DVD writer-ku ? Perasaan kemarin-kemarin nggak begini lambatnya. Saat itu saya langsung ingat kalo kemarin saya sempat menyalin film dokumenter dari DVD ke harddisk, juga dalam waktu yg sangat lama, kurang lebih setengah jam baru rampung. Hmmm … pasti ada sesuatu dengan DVD drivenya. Tapi apanya yg bikin lambat ? Optik kotor ? Laser bermasalah ? Motor DVD writer aus ? Power supply lemah ? Belum selesai saya berpikir dengan berbagai kemungkinan yg ada, proses burn akhirnya selesai. Buset ! Sampe satu setengah jam baru beres !

    Proses investigasi pun dimulai. Awalnya saya cek software pembakarnya, Nero. Nggak ada yg aneh. Saya memang selalu membakar data di DVD/CD dengan setengah kecepatan maksimum (misal DVD punya kecepatan rekam maks 16X, saya cuma akan pakai kecepatan 8X) untuk mencegah error yg mungkin terjadi pada saat burning. Kali ini saya cuman pake kecepatan rekam 4X. Kalo dihitung, berarti kecepatannya 4 x 1.35 MBps = 5.4 MBps. Kalo kapasitas DVD yg mau dibakar 4.7 GB, berarti setidaknya waktu yg dihabiskan untuk merekam seluruh data adalah 4700/5.4 MBps = 870.4 s = 14.5 menit ! Lah, terus ngebakar sampe 1.5 jam itu gara-gara apa ?

    Tadinya saya pikir masalah ada di perangkat keras, dalam hal ini DVD writernya. Tp nggak ada salahnya toh kalo kita cari kemungkinan lain. Saya pun mencoba membaca data DVD dalam lingkungan sistem operasi lain. Anehnya, kalo dipake buat menyalin data DVD dari Linux (saya pake Ubuntu), kecepatannya normal-normal aja, nggak lambat. Kecurigaan pun beralih ke Windows XP. Setelah beberapa menit mengutak-atik device manager, arkhirnya ketemu juga biang keladinya. PIO mode di IDE ATA/ATAPI Controller. Setelah mode controller-nya diubah ke DMA, akhirnya masalah terselesaikan. Proses baca tulis DVD pun jadi jauh lebih cepat.

    Apa itu PIO dan DMA mode ?

    PIO (Programmed Input/Output) adalah metode transfer data antara CPU (Central Processing Unit a.k.a processor) dan perangkat lain, misalnya kartu jaringan atau media penyimpanan ATA (Advanced Technology Attachment) seperti harddisk atau DVD/CD drive. Pada saat transfer data dengan metode PIO, CPU akan digunakan sepenuhnya, misalnya pada saat proses baca tulis harddisk, CD atau DVD. Penggunaan resource CPU secara berlebihan ini akan mengakibatkan program/data lain menjadi sukar atau tidak dapat dijalankan sampai proses transfer data selesai. Selain itu, karena CPU harus ‘ikut campur’ mengatur lalu lintas tiap data antar media, proses transfer data akan berjalan sangat lambat. Metode ini umumnya dipakai pada PC-PC lawas, saat sistem operasi multitasking seperti Windows atau Linux belum sebeken sekarang.

    Pada PC modern, metode transfer DMA (Direct Memory Access) mulai diperkenalkan. DMA memungkinkan tiap perangkat PC untuk melakukan transfer data tanpa harus membebani kinerja CPU. Jadi misal ada data mau disalin dari DVD ke harddisk, CPU hanya akan menyediakan ‘jalannya’ saja, tanpa harus ikut campur melakukan transfer data antar media. Urusan transfer data, biarlah harddisk dan DVD drive yg mengurusinya, sehingga CPU bisa digunakan untuk melakukan tugas (task) lain, misal membaca file musik, memutar video dll. Umumnya, media penyimpan data yg sudah mendukung DMA, seperti harddisk atau DVD/CD drive, akan dilengkapi dengan memori lokal, yg disebut buffer. Buffer inilah yg akan berinteraksi dengan memori utama/RAM (Random Access Memory) dan buffer pada perangkat lain. Karena kecepatan transfer antar memori jauh lebih cepat dibandingkan transfer pada media I/O biasa, maka bisa ditebak, kecepatan transfer data antar media dengan metode DMA akan jauh lebih cepat dibandingkan dengan PIO.

    Cara Mengetahui/Mengubah Setting IDE ATA/ATAPI Controllers

    Klik kanan ikon My Computer di desktop, lalu pilih Properties. Pilih tab Hardware di jendela System Properties, lalu klik Device Manager. Anda juga bisa mengakses Device Manager melalui Start Menu –> Control Panel –> System –> Hardware –> Device Manager. Setelah jendela Device Manager terbuka, expand (klik tanda ‘+’) di depan IDE ATA/ATAPI Controllers. Selanjutnya pilihlah salah satu Channel yg ada, Primary atau Secondary IDE. Ini tergantung pada posisi kabel ATA tempat anda memasang harddisk atau CD/DVD drive. Kalo misal anda pasang DVD drive di primary master (keliatan pada waktu booting atau lewat BIOS), berarti pilih Primary IDE channnel. Tapi ini nggak perlu dipermasalahkan, pokoknya klik aja dulu salah satu channel, mau primary atau secondary nggak masalah.

     

    Begitu jendela primary/secondary IDE channel terbuka, klik tab Advanced Settings. Biasanya akan ada dua device di sana, Device 0 (Master) dan Device 1 (Slave). Kalo nggak mau bingung, perhatikan aja bagian Current Transfer Mode (CTM ~ bukan obat tidur loh ya ^^). Kalo CTM punya keterangan ‘Not Applicable’, berarti memang nggak ada media (harddisk/dvd/cd drive) yg dipasang di sana. Cari aja CTM yg keterangannya DMA atau Ultra DMA atau PIO. Kalo di Primary IDE channel nggak ada, coba cari di Secondary IDE channel.

     

    Kalo anda ngeliat ada CTM yg keterangannya PIO, pilihlah Transfer Mode di atas CTM dari ‘PIO Only’ menjadi ‘DMA if Available’. Setelah itu restart PC anda, dan transfer mode kini akan berubah PIO ke DMA.

    Gimana kalo CTM punya keterangan ‘PIO’ padahal Transfer Mode-nya sudah ‘DMA if available’ ? Ubah dulu transfer mode ke ‘PIO Only’, terus klik OK (tanpa restart). Habis itu ulangi lagi, ubah transfer mode dari ‘PIO Only’ ke ‘DMA if available’, lalu restart.

    Metode Transfer PIO Nggak Mau Berubah ke DMA setelah Restart ?

    Di sini serunya. Anda udah berkali-kali mengubah transfer mode ke DMA, tapi kok habis restart, transfer mode-nya balik lagi ke PIO ? Umumnya ini terjadi pada IDE channel yg dipasangi CD/DVD drive. Nanti akan saya jelaskan sebabnya. Sekarang, buka lagi jendela Device Manager, kembali ke bagian IDE ATA/ATAPI controllers, lalu pilih IDE channel yg nggak mau diubah ke DMA tadi. Habis itu klik kanan si IDE channel tadi, dan pilih Uninstall, lalu restart PC seperti tadi.

     

    Nggak usah takut, sistem Plug and Play Windows akan mendeteksi ulang IDE channel yg diuninstall tadi secara otomatis setelah restart, dan Windows akan menginstall sendiri driver untuk IDE channel tersebut. Setelah proses re-install, coba cek lagi transfer mode di IDE channel tadi. InsyaAllah, transfer mode-nya sudah pindah ke DMA atau Ultra DMA.

    Kenapa PIO Nggak Bisa Berubah ke DMA atau DMA Berubah Sendiri ke PIO ?

    Ini pertanyaan yg sempat bikin saya penasaran (walaupun saya sudah berhasil mengubah PIO ke DMA). Setelah Googling sebentar, akhirnya saya tau alasannya.

    Di situs resminya, Microsoft menjelaskan bahwa sebenarnya Windows akan mengaktifkan DMA secara default pada kebanyakan perangkat ATA/ATAPI (IDE). Hanya saja ada tapinya. Windows akan mengubah mode transfer dari DMA ke PIO secara otomatis demi kestabilan sistem, apabila :

    1. Ada penggunaan perangkat ATAPI selain CD-R/RW atau DVD-R/RW.
    2. Fasilitas DMA dari perangkat ATA/ATAPI mengalami masalah.
    3. Terdapat chipset perangkat IDE yg menyebabkan korupsi data (data corruption).
    4. Terjadi kesalahan (error) yg berulang-ulang pada transfer DMA.

    Penyebab yg terakhir (no.4) mungkin yg paling menarik untuk diulas. Menurut Microsoft, Windows XP akan mengubah mode DMA ke PIO apabila terjadi kesalahan dalam jumlah tertentu pada saat transfer data. Untuk mode DMA, bila terjadi lebih dari 6 kali kesalahan pada saat transfer data, mode transfer akan langsung berubah ke PIO.

    Kalo kebetulan perangkat mendukung mode Ultra DMA (UDMA), maka setiap lebih dari 6 kali kesalahan CRC (Cyclic Redundancy Check-error yg umum terjadi ketika CD/DVD drive gagal membaca data pada kepingan CD/DVD) mode UDMA akan diturunkan 1 tingkat. Jadi misal tadinya Ultra DMA mode 5, setelah 7 kali CRC error, modenya akan ‘turun kelas’ jadi UDMA mode 4. Begitu seterusnya, sampe UDMA 0. Kalo sudah UDMA 0 masih terjadi CRC error sampai lebih dari 6 kali, modenya turun lagi ke PIO.

    Dan-demi kestabilan sistem tadi-kalo modenya sudah berubah jadi PIO, pengguna sudah nggak bisa mengubahnya ke DMA atau UDMA. Kecuali, pengguna meng-uninstall dan me-reinstall perangkat tersebut, seperti yg sudah saya tuliskan di atas.

    Jadi terjawab sudah, kenapa mode DMA/UDMA bisa berubah sendiri ke PIO. Penyebabnya karena CRC error tadi. Makanya jangan suka masukin CD/DVD sembarangan ke CD/DVD drive. Misalnya anda menyalin data dari DVD/CD ke harddisk dan kebetulan CD/DVD-nya jelek, tergores, kena minyak atau apalah yg bikin proses copy gagal, saat itulah CRC error terjadi. Error ini juga biasa terjadi bila CD/DVD drive mencoba membaca CD/DVD bajakan atau CD/DVD kualitas rendahan. Makin banyak CRC error, mode transfer data akan terus turun dan kecepatan baca tulisnya juga merosot drastis. Mungkin itu sebabnya sering ada klaim kalo CD/DVD bajakan bisa bikin CD/DVD drive lambat, motornya aus atau rusak, padahal sebenarnya transfer mode-nya aja yg berubah dari DMA ke PIO.

    Jadi kalo anda merasa ada penurunan kinerja atau kecepatan baca-tulis CD/DVD, sebaiknya coba cek dulu transfer mode-nya. Kalo memang udah pake DMA/UDMA tapi kecepatan masih lemot, banting aja … eh … ganti aja CD/DVD drive anda dengan yg baru (atau cek lagi lensa, laser dan motor drive-nya).

    Semoga bermanfaat.

    ————- 

    Referensi :

    http://en.wikipedia.org/wiki/Programmed_input/output
    http://en.wikipedia.org/wiki/Direct_memory_access
    http://en.wikipedia.org/wiki/Cyclic_redundancy_check
    http://www.microsoft.com/whdc/device/storage/IDE-DMA.mspx 

    April 28, 2008

    Cara Mencari File di Megaupload/Rapidshare

    Filed under: IT, Guide, Bhs Indonesia

    Siapa sih yg nggak kenal dengan yg namanya Megaupload atau Rapidshare. Keduanya mungkin adalah situs file hosting yg paling populer hingga saat ini. Di saat masa-masa kejayaan Torrent sebagai media file sharing mulai luntur, kedua situs ini menjadi alternatif yg paling diminati sebagai ajang berbagi file antar pengguna internet, terutama ketika kantor-kantor dan sekolah gencar melakukan blok terhadap torrent dan situs-situs ‘terlarang’ lainnya.

    Sayangnya, tidak semua situs file hosting yg menyediakan fasilitas pencarian file yg terupload dalam server mereka, dan itu sudah menjadi salah satu policy agar bisnis mereka tetap dianggap legal. Megaupload dan Rapidshare adalah dua dari sekian banyak situs file hosting yg tidak menyediakan fasilitas pencarian file, padahal lalu lintas data (upload/download) pada kedua situs ini mungkin mencapai puluhan hingga ratusan gigabyte setiap harinya. Lalu bagaimana caranya berburu file yg kita inginkan pada situs-situs file hosting ini ?

    Google Search

    Google mungkin adalah salah satu penemuan terbaik dalam sejarah dunia internet. Dengan beberapa trik sederhana, kita bisa menyulap google yg notabene merupakan mesin pencari situs internet menjadi alat hacking yg handal. Dalam hal ini, saya menggunakan google untuk berburu file di situs-situs file hosting, walaupun sebenarnya kekuatan yg ditawarkan google lebih dari itu (anda bahkan bisa mencuri nomor kartu kredit seseorang hanya dengan bermodal google).

    Pada prinsipnya, tugas utama google hanyalah mencari informasi dari tiap situs dan mencocokkannya dengan kata kunci (keyword) yg diketikkan pengguna. Informasi ini bisa berupa tulisan/teks pada halaman web, gambar, file atau link yg ada dalam situs yg bersangkutan. Faktor inilah yg bisa dimanfaatkan untuk mencari kontent tertentu di suatu situs.

    OK, kembali ke Megaupload dan Rapidshare tadi. Kalo anda mendownload suatu file dari situs-situs ini, biasanya di halaman download akan tertulis informasi tentang file yg anda download kan ? Misalnya nama file, deskripsi file hingga ukuran dari file tersebut. Informasi inilah yg bisa kita gunakan untuk mencari file yg kita inginkan.

    Misal anda ingin mencari file Video dengan format AVI pada situs Megaupload. Coba ketikkan keyword berikut di search box google :

    avi site:megaupload.com 

    Kalo diartikan, maksud keyword di atas kira-kira begini : ‘Cari halaman web yg mengandung karakter ‘AVI’ di situs Megaupload.com’, dan google akan menampilkan semua halaman web yg berisi informasi dengan karakter ‘AVI’ pada situs Megaupload (walaupun yg kita cari sebenarnya adalah file video berformat AVI).

    avi|wmv|mpg site:rapidshare.com

    Keyword di atas memungkinkan google untuk menampilkan halaman-halaman web yg mengandung karakter AVI, WMV atau MPG dalam link-link terpisah.

    Buat nyari anime Naruto 

    Misal saya kepingin cari file video (dengan format avi, wmv atau mpg) anime Naruto Shippuuden episode 15 di Megaupload emoticon. Ketikkan saja :

    avi|wmv|mpg +naruto +shippuuden +15 site:megaupload.com

    Mudah kan ? Apa lagi ya ? Oh, misalnya saya pingin cari lagu (mp3) Irreplaceable-nya Beyonce di rapidshare, ketikkan saja :

    mp3 +beyonce +irreplaceable site:rapidshare.com

    Intinya, semakin banyak kata kunci yg anda masukkan, ruang lingkup pencarian akan makin sempit, dan anda makin dekat dengan informasi yg ingin anda cari. Operator ‘+’ kurang lebih berarti ‘harus’ (sebenarnya sih artinya ‘AND’, salah satu operator logika dalam matematika/komputer). Jadi kalo diterjemahkan, keyword di atas berarti :  ‘Cari halaman website yg mengandung karakter ‘MP3′ dan harus juga mengandung karakter ‘beyonce’ dan ‘irreplaceable’ di situs Megaupload.com’.

    Nah, sisanya tinggal kreativitas kita. Semakin mahir kita dengan operator-operator pencarian google seperti +,-,|,inurl,insite dll, semakin gampang kita melacak file yg kita inginkan. Anda bisa memperoleh informasi tentang operator pencarian google pada link ini.

    File Search Website

    Kalo nggak mau capek, atau kalo anda malas ngutak-ngutik google, anda juga bisa menggunakan fasilitas pencarian file pada situs-situs seperti megadownload.net atau searchshared.com (untuk mencari file di Megaupload/Rapidshare dll).

     

    Anda bisa juga mencari alternatif lain dengan mengetikkan ‘megaupload rapidshare file search’ pada search box google.

    Referensi :

    http://www.google.com/help/operators.html 
    Google Hacking by Efvy Zam Kerinci (sori kalo salah tulis, rada lupa soalnya emoticon ) and again …

    …… pengalaman pribadi. 

     

    April 14, 2008

    Cara Mengambil Screenshot (Capture) Video Dengan Windows Media Player

    Filed under: IT, Guide, Bhs Indonesia

    Anda yg doyan nonton film pasti terkadang punya keinginan untuk memberi ulasan film-film favorit anda di internet kan ? Entah itu di forum, di blog atau website lainnya. Dan ibarat sayur tanpa garam, ulasan/review film nggak akan terasa lengkap kalo nggak ada screenshot alias contoh gambar dari film yg sedang diulas.

    Mengambil screenshot dari video nggak semudah mengambil screenshot di desktop Windows. Coba saja anda buka salah satu film dengan Windows Media Player, lalu tekan tombol PrintScreen, terus paste hasil screenshot tadi dengan image editor, misal IrfanView, ACDSee atau Photoshop. Filmnya nggak kelihatan kan ? Hal yg sama terjadi walaupun anda menghentikan (pause/stop) film sebelum menekan tombol printscreen.

    Ada beberapa cara yg bisa anda gunakan untuk mengambil screen shot film yg sedang diputar dengan Windows Media Player (WMP).

    Hilangkan Setting Overlay (WMP only)

    Sejauh ini saya baru mencoba cara ini dengan WMP 9. Pada Menu pilih Tools –> Options –> (tab) Performance –> Advanced. Pada bagian ‘Video Accelaration’, hilangkan tanda centang pada option ‘Use Overlays‘. Klik OK.

    Hilangkan Penggunaan Overlay

    Sekarang buka film apapun yg anda suka, mau yg format MPG, AVI, WMV, ASF, 3GP atau FLV terserah aja (untuk contoh di atas, saya membuka file FLV yg dicomot dr Youtube). Begitu film diputar, tekanlah tombol PrintScreen (atau Alt-PrintScreen) seperti biasa. Kalo udah, paste di program image editor.

    Cara ini juga bekerja kalo anda menggunakan layar penuh (full screen) untuk menampilkan filmnya.

    Tombol Save Capture CTRL-I (WMP & WMP Classic)

    Kalo cara di atas nggak berhasil, masih ada cara lain yg lebih praktis. Coba anda buka film dengan WMP atau WMP Classic. Begitu film diputar, tekan tombol CTRL-I. Jendela ‘Save Captured Image‘ akan muncul, dan anda tinggal menyimpan gambar screenshot td. Mudah kan ?

    Yg perlu dicatat, cara ini hanya akan mengambil screenshot film tanpa ada jendela atau objek desktop lain yg terlihat. So, yg terekam hanya gambarnya doang.

     

    Masih Gagal ?

    Berikut tips dr beberapa sumber di Internet, kalo cara-cara di atas masih gagal.

    • Untuk WMP, pada menu pilih Tools –> Options –> (tab) Performance. Pada bagian ‘Video Acceleration’, geser slider dari Full ke None. Kalo slider nggak bisa digeser (disable), klik tombol ‘Restore Defaults’ dulu sebelumnya. Setelah itu coba capture lagi screenshotnya.
    • Untuk WMP Classic, pada menu pilih View –> Options –> Playback –> Output (expand menu). Pada bagian ‘Directshow Video’, ‘RealMedia Video’ dan ‘QuickTime Video’, ganti renderernya ke renderer lain yg nggak ada tanda bintang satu (asterisk). Misal VMR7, VMR9, DirectX 7 atau DirectX9. Kalo udah, coba lagi capture screenshotnya pake cara-cara di atas.

     

    Referensi :

    http://www.quickonlinetips.com/archives/2005/03/capture-images-from-windows-media-player/

    dan pengalaman pribadi .. emoticon