Ardhi's Blog
Sebuah catatan kecil dari buah pikiran, pengalaman dan aktivitasku …

October 25, 2009

Diet #8 - Eighties

 

Lagi malas nulis … yg jelas dalam dua minggu ini berat badan cuman turun 3 kilo. Mulai makan nasi dikit-dikit, kadang makan malam juga, plus ngemil. Namanya juga diet santai .. setidaknya banyak pelajaran yang kudapat dalam dua minggu terakhir ini … 

Misalnya, kalo lagi stress lebih baik libur diet dulu, sebab ternyata stress berbanding lurus dengan rasa lapar. Makin stress, makin gampang lapar .. that’s the point. Dan tentu saja, rasa lapar juga bisa bisa bikin stress, akibat gula darah yang minim waktu lapar. Ujung-ujungnya, nafsu makan bisa meluap-luap tak terkontrol kalo udah kayak gitu.

Sekarang jogging sudah bisa jadi kegiatan yang menyenangkan. Kalo dulu, aku lari 100 meter aja udah kayak orang mabok dikejar-kejar satpol PP, jantung sudah kayak mau meledak. Sekarang, lari 1-2 kilo nonstop juga nggak bakalan kehabisan nafas. Andaikan kaki ini nggak pegal, mungkin tadi pagi aku bisa lari sampai bunderan HI dari tugu proklamasi.

Dan yang jelas, acara jalan kaki dari Thamrin-Salemba yg kulakukan hampir tiap hari sekarang sudah kayak jalan kaki dari Cikini-Salemba. Nggak ada rasa capeknya lagi. Mungkin ntar aku berhenti saja jalan kaki, diganti dengan jogging tiap habis subuh. Soalnya, selain sangat tidak efisien, orang-orang di kantor atau kost selalu bertanya-tanya, kenapa bajuku basah dengan keringat setiap kali habis jalan. Capek jawabnya …

Sebagian orang ada yg bilang kalau aku lebih baik berhenti diet saja, udah cukup katanya. Tapi sorry ya kakak-kakak, adik-adik dan tante-tante … sampai target 75kg-ku tercapai, aku nggak akan berhenti.

That’s my promise to myself 4 months ago, and i won’t break that promise. I know my own body best, and i know i can still do this freaking diet until its limit … so don’t worry. I will be alright emoticon

So … welcome eighties, goodbye nineties emoticon

Berat badan terakhir : 89.5

 

October 11, 2009

Diet #7 - Yoyo Effect

 

23 September 2009

Aku baru saja tiba di kost setelah perjalanan pulang yg menyenangkan dari bandara Soekarno-Hatta. Disebut ‘menyenangkan’ karena sore itu aku melihat pemandangan yg beda setelah sekian lama merantau di kota kosmopolitan ini. Jakarta nyaris kosong melompong. Di beberapa sudut kota aku bahkan melihat sekelompok anak-anak bermain futsal di jalan raya ! Andaikan Jakarta bisa seperti ini setiap hari …

Tapi pemandangan yg menyenangkan itu seketika berubah jadi horor ketika aku melihat angka yg ditunjuk oleh jarum timbangan itu …

99 KG !!!!!

Aku bengong sesaat. Aku turun dr timbangan. Terus naik lagi ke timbangan. Turun lagi. Begitu terus sampe 10 menit. Tapi angkanya tetap nggak berubah, karena konon timbangan memang tidak pernah berdusta. Masih 99 kilo … bahkan kadang kalo aku gerak dikit, jarum timbangan laknat itu ikut bergerak naik ke 99.5 kilo …

Celaka … belum ada sebulan sejak aku bersumpah untuk tidak akan pernah melihat angka tiga digit di timbangan itu lagi. Ternyata cuma butuh 5 hari untuk menghancurkan semua usaha yg kulakukan dalam sebulan terakhir … good job … bagus sekali nafsu … ternyata benar apa yg disabdakan Rasulullah : berperang melawan hawa nafsu memang jauh lebih susah dibandingkan berperang melawan orang kafir ataupun perang nuklir ….

—————

27 September 2009

Badan ini kaku. Sekujur tubuh rasanya remuk. Sudah empat hari sejak aku memulai operasi pengurusan badan level 2. Diet ketat kembali diberlakukan. Porsi gerak tubuh ditambah, kali ini nggak cuma jalan 5 kilometer sehari, tapi plus jogging dari Menteng-Monas tiap hari libur. Apa boleh buat. Sekarang cuma bisa terkapar kelelahan di tepi kolam bundaran HI … memandang satu per satu manusia ibukota yg lalu lalang menikmati car-free day di bilangan Sudirman-Thamrin pagi ini.

Kulihat satu dua bis kota menurunkan penumpangnya. Andaikan diet bisa seperti itu. Bisa berhenti sesaat, terus ngebut lagi.

Kalo dari berbagai sumber yg (sepertinya) bisa dipercaya di internet, konon aku terkena sindrom efek yoyo yg biasa menyerang para dieters yg nekat coba-coba mangkir dari program dietnya. Sekali nggak bisa menahan nafsu, akibatnya akan langsung terlihat, bahkan bila diukur dengan timbangan rusak sekalipun.

Begitu sampai di kost, aku coba naik ke atas timbangan lagi. 

96 KG ….. 

aku ambruk, terlelap lagi di atas kasur … keringat membanjir, nyaris kehabisan tenaga …

—————-

4 Oktober 2009

Tiga hari sebelum ulang tahun ke-28. Dua minggu sebelum lebaran kemarin, aku yakin kalau berat badan bisa sampai 85 kilo waktu ultah nanti. Tapi kenyataan berkata lain. Seminggu terakhir ini berat badan nyaris tidak banyak berubah, dan aku tahu apa sebabnya.

Aku punya kebiasaan untuk berkunjung ke sanak saudara di Jakarta dan sekitarnya setiap kali selesai mudik, dan ini sudah ritual tahunan. Karena acara ini biasa dibarengi dengan pembagian oleh-oleh dari kampung, maka tidak datang berarti dosa. Dan seperti halnya ritual pada umumnya, pasti ada acara perjamuan di dalamnya.

This was the problem …. feast time …

"Ih kamu kurusan … tapi kalo di sini dietnya distop dulu yah …", itulah kata-kata para kakak sepupu ketika aku tiba. Nyaris tidak ada bedanya dengan kata-kata mamah waktu aku mudik dulu. Dan, setelah itu, berbagai makanan bertebaran di depanku, dan seperti biasa, aku tak kuasa menolak ajakan simpatik itu. Maka masuklah amplang, keminting, kue-kue kering, soto, marshmallow dan bergelas-gelas minuman bersoda ke dalam perutku. Anehnya, walaupun sudah terbiasa kosong, tidak ada yg aneh dengan perut ini ketika dijejali dengan makanan dan minuman tersebut.

Dengan demikian, hancurlah sudah teoriku tentang perut yang bisa berubah kapasitasnya ketika sedang diet. Ini masalah mental. Kalau kita bisa menahan diri, niscaya perut pun tidak akan memaksa untuk diisi lebih banyak dari yg seharusnya. Dan sekali saja mengkhianati kedisiplinan itu, perut bisa berubah menjadi mesin giling, apapun bisa masuk ke dalamnya.

Oleh karena itu, setelah semua acara perjamuan itu selesai, aku bisa merasa sedikit lega. Lega karena bisa melanjutkan program diet yg memuakkan ini tanpa harus menolak ajakan makan-makan lagi. Maaf ya kakak-kakak, adikmu ini mungkin tidak akan berkunjung lagi dalam waktu dekat, setidaknya sampai dua bulan ke depan. Ini demi masa depanku juga, kecuali kakak-kakak bisa tidak memaksaku untuk menyantap makanan-makanan penuh kalori itu.

Setelah acara perjamuan, aku masih sempat naik ke atas timbangan ….

94 KG …

—————–

11 Oktober 2009

Pusing …. mata berkunang-kunang ….. terutama kalau bangkit dari kasur …

Sebenarnya aku sempat mengalaminya beberapa kali selama diet, dan berkat novel Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata, aku jadi tahu gejala apa yg saat ini kualami … Hipotensi alias tekanan darah rendah …

Konon, gangguan ini terjadi karena darah terlambat disuplai ke otak ketika orang yang bersangkutan bangun dari posisi tidur atau duduk, dan coba tebak, apa keterangan lebih lanjut yang kubaca di Wikipedia ?

HYPOTENSION CAN BE LIFE-THREATENING !

Karena itu, sekarang aku tidak terlalu memforsir diet ini. Makan tetap dibatasi, tapi kalau udah lapar atau kepala mulai pusing, aku tetap makan, tentunya dengan makanan rendah kalori .. karena hipotensi lebih banyak dipacu oleh rasa lapar dan dehidrasi. Toh .. setidaknya berat badan sudah bisa turun stabil lagi seperti sebelumnya.

Sekarang sudah bisa sedikit tersenyum kalo naik timbangan butut ini …. Efek Yoyo sudah berakhir ….

Berat badan terakhir : 92.5 Kg emoticon

 

September 22, 2009

Diet #6 - Holidiet

Ehm ….. sudah kuduga ….

Dua minggu terakhir Ramadhan, pola makan kacau total, hampir tiap hari buka bareng dan puncaknya tentu saja, pas lebaran. Biarpun sudah ditahan-tahan, tetap aja, ajakan mamah, uwak dan paman-paman di kampung halaman untuk menyantap hidangan yang ada tetap nggak bisa dikalahkan oleh tekad diet semata.

But, who could blame them … ? Siapa juga yang bisa tahan nggak makan masakan khas yang mungkin cuma bisa dinikmati sekali setahun ? 

Jadi, selama enam hari di Balikpapan, praktis aku kembali ke kebiasaan lama : tidur-makan-main laptop-makan-tidur lagi … begitu-begitu aja, nggak ada olahraga atau jalan kaki seperti biasa. Dan sudah pasti, efeknya langsung kelihatan jelas di jarum timbangan. Kalo biasanya, turun 5 kilo tiap dua minggu, ini mah … jangankan turun, malah naik 1-2 kilo dalam dua minggu.  

Sebenarnya mamah sih ngerti aja kalo aku lagi diet, mamah juga nggak pernah maksa aku makan masakannya selama ini. Waktu pertama kali aku nongol di terminal kedatangan bandara, mamah sempat bengong, kayak nggak kenal …. heheheh ….

"Selama di Balikpapan, ka harry libur diet aja dulu … ntar kalo pulang ke Jakarta baru disambung lagi..", kata si mamah. Aduh, mamah … emang diet gampang ?  emoticon

BTW, nggak apa-apalah. Rasanya nggak tega kalo ngeliat masakan yang sudah cape-cape dibuat, malah nggak dimakan. Dan akhirnya, soto banjar, buras, nasi kuning dll masuk juga ke perut. Untungnya, perutku kayaknya sudah kebal sama yang namanya perubahan mendadak. Walaupun diisi sama makanan dua sampe tiga kali lipat dari biasanya juga nggak bakalan sakit. Sampai sejauh ini sih masih nggak ada masalah dengan si perut.

Well, ini malam terakhir di kampungku. Besok malam, aku bakal kembali ke rutinitas seperti biasa, dan pastinya diet harus jalan terus …..

Berat badan terakhir : 97 kg emoticon 

September 6, 2009

Diet #5 - Syndrome

 

Ternyata ketakutanku tidak terbukti … walaupun puasa dan makan malam, berat badan masih tetap turun, salah satu bukti lagi kalo puasa itu memang bikin sehat … emoticon

Alhamdulillah … dalam dua minggu terakhir ini, kayaknya "tanda-tanda kekurusan" itu makin terlihat jelas. Muka dah mulai mengecil, tulang pipi makin keliatan, urat2 tangan dan kaki yg tadinya masih samar sekarang menonjol, dan yg jelas perut sekarang udah kempes abis. Tapi mungkin indikator yg paling jelas datang dari orang2 di sekitarku. Bukannya GR, tapi dalam dua minggu terakhir ini sudah nggak terhitung berapa orang yg bilang kalo aku kurusan. Awalnya aku pikir itu cuma sugesti atau sekedar dorongan semangat dari teman-teman di kantor, sampai waktu aku pergi kuliah pertama hari jumat kemarin. Hehhehe … ini teman2 kuliah kok kayak nggak kenal waktu disapa … ngeliatin aku kayak ngeliat hantu aja …..

Terus terang, rasanya senang banget kalo ada yg bilang kalo aku kurusan. Nggak usah munafiklah, nggak ada yg lebih menyenangkan buat orang gemuk yg lagi diet selain kata-kata "kamu kurusan" dari orang-orang di sekitarnya …. walaupun sebenarnya aku khawatir juga, kalo semua ini cuma sindrom sesaat yg bisa bikin aku lupa, kalo sebenarnya aku itu masih gembrot. Sampe target diet ini tercapai aku nggak mau muluk2 dulu deh … 

Kalo dipikir2, berat badan turun ada sisi jeleknya juga. Dalam sebulan ini aku sudah dua kali beli celana panjang, kalo nggak salah pas akhir Juli dan akhir Agustus. Yg pertama ukuran 42, trus karena rasanya mulai longgar, aku beli lagi yg ukuran 40. Waktu beli udah jelas-jelas ngepas tuh celana, sekarang ?? Longgar dua-duanya. Kalo beli celana mulu bisa bangkrut … satunya aja harganya sudah ratusan ribu. Masalah selanjutnya, sekarang harus ku kemanakan baju dan celana-celana lain yg sudah kedodoran ? Mau disumbangkan ? Tapi aku nggak yakin ada orang miskin yg ukuran celananya sampe 46, atau baju yg ukurannya XXXL emoticon.

 

Kayaknya porsi latihan harus ditambah nih … sekarang jalan kaki dari kantor sampe rumah udah nggak terasa lagi capeknya. Kepinginnya sore bisa jogging di Senayan, tp mau gimana lagi kalo jadwal sudah padat gini. Mungkin ntar rute jalan kaki dari kantor ke rumah aku ganti aja dengan yg lebih jauh. Tp beneran, jalan kaki pas lagi puasa gini memang bikin tepar. Kemarin sampe nyaris ambruk di Cikini gara-gara kecapean … padahal waktu itu sudah buka puasa ….

Terus soal makanan …. dua minggu ini polanya nggak jelas. Soalnya sudah beberapa kali buka bersama, ini yg susah, apalagi kalo makanannya enak2 kayak minggu kemarin. Siapa juga yg bisa menolak sate Maranggi panas-panas, es kelapa muda atau ikan gurame asam manis ?? Untungnya masih bisa nahan nafsu, jd berat badan nggak naik …..

BTW, seperti biasa, berat badan masih turun stabil, 5 kilo per dua minggu. Jadi kalo dihitung2 kasar, dalam dua bulan mendatang atau awal november nanti, berat badanku InsyaAllah sudah 75 kg. Amiin …. emoticon

Berat badan terakhir : 95 kg emoticon

August 23, 2009

Diet #4 - Halfway

Filed under: Activity, Bhs Indonesia

Dua minggu yang kacau …. mungkin itu tema tulisanku kali ini.

Dimulai sejak kedatangan rombongan orang Jepang itu sampai dengan beberapa saat yg lalu, sebelum berbuka puasa. Bisa dibilang pola dietku kacau balau dalam dua minggu ini. Nggak jarang aku melanggar aturan-aturan yang sudah aku buat sendiri dalam dua bulan terakhir, mulai dari makan malam, jajan sembarangan, sampe makan nasi dan makanan berkarbohidrat tinggi yg lain.

But, i just couldn’t help it. Gimana bisa menolak ajakan makan malam dari orang yg sudah telanjur traktir kita ? atau menolak makanan yg sudah telanjur dihidangkan ? Dan karena sudah biasa ‘taat’ dengan aturan ketat yg kubuat, rasa bersalah seringkali muncul setiap kali aku melanggarnya. Mungkin ini salah satu sindrom orang lagi diet, tapi akibatnya, aku sempat melakukan hal-hal yg rada-rada lebay (atau mungkin emang udah lebay kali yaa ?) emoticon

Salah satunya adalah, setiap kali aku makan malam/makan nasi, maka aku nggak boleh makan selama 24 jam. Itu salah satu hal paling gila yang pernah kulakukan …. but anyway, i did it last week. Lemas, itu sudah pasti …. dan aku tau kalo itu sangat sangat nggak baik buat kesehatan, walaupun berat badan tetap turun. Semoga aku nggak pernah melakukan itu lagi.

Tapi alhamdulillah, setelah hari ke-62 (aku mulai stop makan malam dr tanggal 22 Juni, tp efektifnya mulai tanggal 29 juni), berat badanku sudah turun di bawah angka 100 kg. Terasa sedikit spesial karena barengan dengan 1 Ramadhan. Entah kapan terakhir kali berat badanku di bawah 1 kuintal, yg jelas seingatku 5 atau 6 tahun yang lalu, berat badanku sudah di atas 100 kg. Berarti dalam dua bulan, berat badanku turun 18 kg.

Efeknya memang belum terlalu keliatan secara fisik, walaupun sebagian teman sudah bilang aku kurusan. Memang sih, ada sedikit perubahan …. misalnya, urat-urat yang awalnya nggak keliatan sama sekali, sekarang sudah jelas terlihat dan menonjol di kedua tanganku, terutama di punggung tangan. Kayaknya sih, lemak-lemak ini konsentrasinya lebih banyak di perut. Udah turun 18 kilo aja, perut masih buncit gini … hehehe … tp yang paling terasa itu di pinggang. Celana yg baru aku beli satu bulan lalu sekarang udah mulai longgar lagi. Payahnya, ikat pinggang yg bulan kemarin masih jelas-jelas dikunci di lubang paling besar, sekarang malah nggak bisa dikunci karena sudah lewat lubang paling kecil alias kegedean. Masa sih harus beli celana dan ikat pinggang lagi ??? Bisa tekor gw sebelum lebaran kalo gitu ….

By the way, ada masalah baru yang harus kuhadapi di bulan Ramadhan ini : Jadwal makan. Biasanya aku makan pagi dan makan siang doang dalam sehari. Tapi karena harus puasa, aku harus ubah jadwalnya, yaitu mulai dari magrib sampe subuh. Terus, kalo biasanya aku kuat nggak makan seharian, sekarang jadi cepat banget lemasnya. Kayaknya sih gara-gara dehidrasi, habis mau gimana lagi ? Kalo puasa kan nggak boleh minum, padahal selama dua bulan diet, minum air yg banyak itu sudah jadi kebiasaanku. Satu lagi, soal makan juga bikin pusing. Biasanya menu sarapanku itu gado-gado tanpa nasi/lontong, nah sekarang mana ada yg jualan kayak gitu subuh-subuh. Dua malam yang lalu sampe puter-puter di sabang buat cari penjual gado-gado, tp ga dapat-dapat. Akhirnya beli gado-gado BMK di Sarinah …. mahal man …. 14 rebu satu porsi emoticon

Ternyata emang puasa itu jauh lebih berat dari sekedar diet dan ….. sejujurnya, aku sudah jenuh dengan semua ini. Siapa yang nggak jenuh kalo makan makanan yang itu-itu aja dalam dua bulan ?? Harus bisa nahan nafsu setiap kali ngeliat orang makan yang enak-enak, harus kuat diledekin orang yang tau aku lg diet dll …. andaikan nggak ada teman-teman yang terus mendukung diet ini, mungkin aku sudah menyerah dari dulu, dan alhamdulillah, bisa turun 18 kg dalam dua bulan sudah benar-benar kayak mukjizat …. 

That’s why i want to thank to you guys, for all your support in these two months ….. emoticon

OK … sekarang nggak terasa sudah separuh jalan kulewati, semoga aku tetap bisa semangat sampai target akhir terlewati ….

Ganbatte !! 

Berat badan terakhir : 99,5 kg emoticon


Layout Title: Goodbye Summer
Compatible Browser(s): Mozilla Firefox
Compatible Screen Resolution: 1280px by 800px
Number of Visits: (Put your counter here!)