Weather Reports



The Author

"Born in Balikpapan, grew in Makassar, wandered in Bandung, and finally, stranded in this cosmopolitan city, Jakarta"

- A3 July 2008 -

Google Search

You can search the web faster from here.


Recent Posts

These are the last 5 posts of mine. You can read it by clicking the links below.

  • Kepingin Laptop
  • Survey Padang, ...
  • Kepala BPPT Said ...
  • Perdido Sin Ti
  • Cara Mempercepat ...
  • maintenance links

    My Shoutbox

    Shoutmix !!



    Yahoo Messenger

    Powered By

    Locations of visitors to this page

    Page Rank blog-indonesia.com

    July 15, 2008

    Survey Padang, Mati Lampu, dan Mencreet …

     

    Waktu nulis judul tulisan ini, entah kenapa gw teringat dengan salah satu ‘tagline’ yg sering disebut salah satu teman gw dulu, Mencret (sori Ta,  tagline lu emang aneh sih). Tp bukannya nggak ada alasan gw nyebut-nyebut mencret di sini, soalnya ini benar-benar terjadi. Gw emang lg mencret (atau istilah kerennya, Gangguan pencernaan) waktu lg survey ke Padang tgl 14 sampai 16 Juli ini.

    Kalo dipikir2 sebabnya mungkin karena sehari sebelumnya gw ke Bandung. Emang apa hubungannya Bandung dgn mencret ? Waktu pulang dr Bandung hari minggu, gw rencana mau naik Argo Gede ke Gambir. Tapi apa lacur, jangankan Argo Gede, Parahyangan terakhir pun nyaris nggak dapat. Akhirnya dapat juga tiketnya, walaupun kelasnya maksa banget, KELAS BERDIRI. Maka dimulailah perjalanan pada jam 5 sore lewat 5 menit, melintasi sawah, jurang, dan karena gw ‘beruntung’ dapat tempat di dekat pintu gerbong (di depan WC pula), gw dihajar angin dingin (dan bau tentunya) selama 3 jam lebih sebelum akhirnya bisa duduk lemas di kursi ketika kereta berhenti di stasiun Jatinegara. Begitu nyampe dekat kos, karena lapar, gw langsung cari makan. Kepinginnya sih makan cah kangkung, dan gw langsung pesan 2 porsi. Gw nggak tau apa kuping si abang yg jualan budek atau suara gw yg kurang keras, cah kangkung yg gw pesan pedasnya gila-gilaan, padahal gw udah bilang cabenya dikit aja. Tp karena lapar, udahlah embat aja, meski gw harus menenggak hampir 1/4 galon air aqua supaya nggak kepedasan.

    Dan keesokan harinya di Padang, baru deh perut gw terasa diaduk-aduk, dari pagi sampe malam. Hilanglah kesempatan menikmati wisata kuliner … eh … survey di padang. Well, udah jd kebiasaan gw sih, sehabis survey siang, malamnya gw berkeliaran di sekitar hotel cari makanan enak. Paling nggak Sate atau Soto Padang lah buat ngisi perut.

     

    Entah udah berapa kali gw ke Padang, gw udah nggak ngitung lg. Yg jelas ada beberapa hal baru yg gw temui pada survey kali ini.

    Dari sisi scientific dulu kali ya (namanya jg orang meteo). Kondisi cuaca di Padang bulan juli ini benar-benar kontras dengan di Jawa, khususnya Jakarta. Kalo di Jakarta kering kerontang, di Padang hujan turun hampir tiap hari. Uniknya, fenomena hujan di Padang ini sangat mirip dengan dengan fenomena hujan akibat angin musiman (atau Monsoon, kalo orang meteo bilang) di Jawa pada awal dan akhir tahun. Kalo dilihat dari citra parameter Doppler Velocity radar cuaca BPPT di Padang, jelas banget terlihat angin membawa uap air dari arah barat laut ke tenggara dengan kecepatan rata-rata 15-20 knot. Mirip sekali dengan musim basah di Jawa. Karena terjadinya hampir tiap hari (hanya bulan ini), kemungkinan fenomena ini bukan dikarenakan faktor lokal biasa (konveksi misalnya), tp lebih ke faktor regional, misalnya Indian Ocean Dipole (IOD). Buat yg belum tau, IOD hampir sama dengan El Nino (ENSO), hanya lokasinya saja yg berbeda. Kalo ENSO dibangkitkan dari lautan pasifik, IOD dibangkitkan di samudera Hindia. Kayaknya IOD kali ini sifatnya negatif (mirip La Nina), karena lebih banyak curah hujan di bagian barat sumatera. Well, ini baru perkiraan aja, soalnya gw belum sempat ngeliat citra satelit untuk menyimpulkan ini IOD negatif atau bukan.

     

    Sayangnya, fenomena menarik ini jadi sukar diamati karena fenomena lain yg juga baru pertama kali gw alami di padang. Apakah itu ? Yak, orang Padang pasti udah pada tau. BLACKOUT alias MATI LAMPU. Menurut sumber (yg terpercaya), pemadaman listrik di padang kerap terjadi selama 2 bulan ini. Parahnya, mati lampunya nggak tanggung2, terjadi 3 sampai 4 kali sehari. TIGA SAMPAI EMPAT KALI SEHARI ?! Emangnya dosis minum obat ???

    Akibatnya pun langsung terasa hari ini. Ada komponen genset radar yg kebakar, genset pun ngadat, nggak bisa nyala pas listrik PLN padam, radar cuaca kita pun modar. Sayang banget. Padahal data cuacanya bisa berguna banget buat penelitian iklim. Untungnya si genset masih bisa dipakai, walaupun harus manual, tp radar cuaca terpaksa dinon-aktifkan sementara (kayak HP aja). PLN, di mana tanggung jawabmu ??!!

    Untungnya orang-orang Jepang yg gw temanin mau mengerti dengan kondisi di Padang saat ini. Tp jujur aja, kejadian hari ini tu benar-benar bikin gw malu sebagai orang Indonesia. Lucunya, pas gw pulang ke hotel, listrik di hotel juga ikutan padam. Untungnya genset hotel masih OK, nggak sampai semenit udah nyala lg.

    Ck .. ck .. ck … Dasar PLN. 

    May 18, 2008

    CDR Status Update for May 2008

     

    Selama bulan april-mei, radar gw emang rada ‘bawel’. Ada aja masalah tiap minggu, mulai dari masalah teknis sampai non-teknis. Alhamdulillah, hingga saat ini masalah-masalahnya (terutama yg teknis) masih bisa gw tangani sendiri tanpa harus merengek-rengek ke orang Jepang (yg punya radar). Di saat-saat kayak gini baru deh terasa banget kalo ngurus radar sendirian itu susaaaaaahhhhh emoticon. Apalagi kalo radarnya bermasalah, gw harus pergi ke Serpong pas hari sabtu atau minggu. Kapan dong liburnya ?? Sebenarnya gw masih ada satu asisten untuk mengoperasikan radar ini, cuman orangnya belum bisa diandalkan buat mengatasi masalah-masalah yg ada.

    Jadi, kalo anda berminat mempelajari atau pingin jadi operator radar atmosfer, hubungi saya ya. Saya dgn senang hati akan mempertimbangkannya dengan pimpinan saya. Loh kok jd iklan gini ? emoticon

    ———-

    MASALAH TEKNIS APRIL-MEI 2008

    1. Relay UPS untuk Tx nggak stabil, suka naik turun di saat beban listrik maksimum, terutama siang hari atau hujan lebat. Penyebab : Listrik PLN nggak stabil (Indonesia gitu lo emoticon), Detektor UPS terlalu peka dengan perubahan tegangan. Solusi : Ganti detektor UPS dengan yg ‘kurang’ peka. Pemasangan pada bulan Juni 2008 with Mori Shuichi & KWJ Engineers.

    2. UPS Server nggak kuat. Kalo mati lampu, server ikutan mati. Penyebab : Belum diketahui, tapi kayaknya ada masalah dengan baterenya. Solusi : Belum ada. 

    3. Server tidak bisa menghapus data RAW lama. Akibatnya, harddisk server penuh dan program operator radar macet. Penyebab : Baru tahu sebabnya kemarin. Merupakan akibat dr UPS server yg nggak berfungsi normal tadi. Akibatnya, kalo mati lampu, server ikutan mati dan harddisk akan bermasalah. Solusi : untuk sementara ini masih bisa ditangani dengan program penghapus data otomatis. Kalopun programnya macet, gw masih bisa hapus manual lewat internet.

    4. Perubahan Script Download data RAW. Penyebab : Ini juga masih ada hubungannya dengan masalah no.3 di atas. Sejak harrdisk server bermasalah awal bulan mei, rentang waktu penghapusan datanya jadi berubah. Nggak tau kenapa bisa gitu. Solusi : Ntar gw ubah lagi script buat download datanya jadi 3 kali sehari, nggak cuman sekali sehari.

    5. Antenna EL Servo Error, radar berhenti scan hampir setiap hari, dr siang sampai senja hari. Penyebab : Ada masalah dengan EL servo ketika sudut elevasi mencapai 82 derajat atau lebih, terutama pada saat observasi wind profiling. Penyebab detil belum diketahui, tp kayaknya ada hubungannya dengan suhu di dalam radom. Solusi : Mode radar diubah dari composition mode ke rain observation saja. Perlu ada maintenance untuk komponen antena dalam radom.

    6. Genset Bermasalah. Ini nih yg kemarin sempat bikin gw stress. Penyebab : Filter (selenoid) kotor, Air Aki habis, Batere harus diganti, solar hampir habis, genset nggak dipanasin sama asisten gw hampir selama 2 minggu, dan parahnya, dia nggak bilang kalo ada masalah sama gensetnya emoticon. Solusi : Ganti Aki dengan yg baru, Filter dibersihkan, solar diisi penuh. Genset pun normal lagi.

    7. Konversi Format RAW ke ASCII. Masalah utama hingga saat ini. Penyebab : Data RAW berformat binary, hingga nggak bisa diolah begitu saja. Solusi : Data RAW dikonversi ke dalam format IRIS SIGMET, habis itu dikonversi lagi ke format ASCII. Sampai sejauh ini konversi berhasil, cuman data outputnya masih nggak sesuai dengan hasil yg diinginkan. Masih ada bug pada program konversi data.

    MASALAH NON TEKNIS APRIL-MEI 2008

    1. Kabel Grounding diembat Maling. Penyebab : No comment … tau sendiri lah kalo orang Indonesia emang banyak yg mentalnya maling. Solusi : Ntar rencananya mau gw pasangin webcam buat CCTV di beberapa titik rawan. Pasangnya sembunyi-sembunyi. Sejak kemalingan kemarin, gw udah susah percaya sama orang-orang di PUSPIPTEK lg, termasuk satpam.

    2. Rumput dan Tumbuhan liar di Area Radar. Penyebab : Sejak bulan oktober rumput di TMC UPTHB sudah nggak pernah dipotong lagi. Udah kayak hutan aja. Solusi : Lagi nunggu hasil negosiasi bos. Mungkin ntar gw potong dulu rumputnya pake duit sendiri. Jangan sampai ntar ribut kalo ada yg digigit ular, atau ada kebakaran gara-gara orang iseng yg buang puntung rokok sembarangan.

    ———-

    emoticon 

    May 15, 2008

    Masa Lalu di Sekitar Kita

     

    Waktu, atau yg biasanya ditulis dalam notasi t di ilmu Fisika, merupakan salah satu besaran utama yg saya anggap paling menarik untuk disimak. Umumnya kita mendefinisikan waktu sebagai sesuatu yg absolut, dengan satuan second (detik), dan menjadi salah satu besaran yg paling banyak digunakan dalam berbagai rumus fisika. Lalu di mana sisi menariknya ?

    Manusia umumnya mengukur suatu hal berdasarkan apa yg diterima oleh panca inderanya, dan kemudian membuat tetapan atau rumusan terhadapnya. Rumusan kemudian berkembang menjadi teori, dan teori yg dibarengi eksperimen akan menghasilkan sains. Namun, terkadang panca indera kita bisa keliru dalam menafsirkan sesuatu yg diterimanya. Mungkin anda masih ingat waktu masih SD (atau SMP) dulu, ada percobaan fisika di mana ada 3 wadah berisi air. Wadah pertama berisi air (lumayan) panas, wadah kedua berisi air dingin, dan wadah ketiga berisi air biasa. Kita celupkan tangan kanan ke wadah berisi air panas dan tangan kiri ke wadah berisi air dingin selama beberapa saat. Setelah itu celupkan kedua tangan ke wadah berisi air biasa. Apa yg terjadi ? Ternyata tangan kanan kita terasa dingin, dan tangan kiri terasa panas, padahal airnya nggak dingin atau panas. Itu salah satu bukti bahwa panca indera kita bisa keliru dalam membuat penafsiran tentang suatu hal.

    Selama ini kita menganggap waktu sebagai suatu besaran untuk mengukur kapan terjadinya suatu hal. Masa kini (the present) adalah bagian waktu yg saat ini kita alami (hari ini, jam ini, menit ini, detik ini), masa lalu (the past) adalah bagian waktu yg telah terjadi sebelumnya dan masa depan (the future) merupakan bagian waktu yg akan terjadi nanti. Kita umumnya menilai segala sesuatu yg terjadi di sekeliling kita pada detik ini adalah bagian dari masa kini. Detik ini misalnya, saya … ehm .. melihat ada cewek cantik berjalan di depan saya emoticon. Saya akan menganggapnya sebagai kejadian di masa kini.

    Namun, seperti yg saya tulis di atas, panca indera kita bisa membuat kesalahan dalam menafsirkan sesuatu. Umumnya kita menilai waktu sebagai hal yg diterima oleh indera kita pada saat itu. Misalnya saja anda melihat ada kilat menyambar di kejauhan. Biasanya kan, suaranya akan terdengar beberapa detik setelah kilat. Kenapa bisa begitu ? Karena kecepatan cahaya jauh lebih tinggi dari kecepatan suara. Orang yg berada di dekat posisi kilat mungkin akan tetap mendengar suaranya hampir bersamaan dibandingkan cahaya kilat. Tapi orang lain yg jauh dr kilat baru akan mendengar suara kilat setelah beberapa detik. Artinya, apa yg didengar oleh orang yg jauh dari kilat merupakan suara kilat yg sebenarnya terjadi beberapa saat yg lalu. Jadi, suara kilat yg dianggap terjadi pada saat ini oleh orang yg berada jauh dari kilat sebenarnya merupakan bagian masa lalu oleh orang yg berada di dekat kilat.

    Contoh yg paling mudah diamati mungkin adalah cahaya. Tidak banyak orang yg sadar bahwa sebenarnya kita hidup dalam lingkungan yg dikelilingi oleh kejadian-kejadian dari masa lalu. Anda mungkin pernah menatap bulan dan bintang yg betebaran di waktu malam. Tapi tahukah anda bahwa bahwa yg anda lihat saat itu adalah masa lalu dari bulan dan bintang yg detik itu baru sampai di mata anda ?

    Kecepatan cahaya menurut standar internasional (SI) kurang lebih sebesar 300 juta m/detik. Artinya, cahaya akan menempuh jarak 300 juta meter setiap detiknya atau sekitar 300 ribu km per detik. Jarak bulan ke bumi sekitar 350 ribu - 400 ribu km, artinya, cahaya dari bulan akan menempuh waktu sekitar 1 detik lebih untuk sampai ke mata kita. Jadi, bulan yg kita lihat saat itu sebenarnya adalah bulan pada  satu detik yg lalu, dengan kata lain, saat itu kita sedang melihat masa lalu bulan pada satu detik sebelumnya.

    Cahaya butuh waktu sekitar 1 detik lebih untuk sampai ke bumi 

    Bagaimana dengan bintang ? Mungkin sudah banyak yg tahu kalo jarak bintang-bintang di bumi satuan nya bukan kilometer lagi, tetapi adalah tahun cahaya (years light). 1 Tahun cahaya maksudnya adalah jarak yg ditempuh cahaya dalam satu tahun perjalanannya dalam ruang hampa. Karena kecepatan cahaya sekitar 300 ribu km/detik, maka jarak satu tahun cahaya sama dengan 300000 km/detik x 60 detik x 60 (menit) x 24 (jam) x 365 (hari) atau sekitar 9460800000000 km (9 triliun 460 miliar 800 juta kilometer).

    Bintang terdekat dengan bumi (selain matahari) adalah Proxima Centauri dengan jarak 4.22 tahun cahaya. Artinya, cahaya akan butuh waktu sekitar 4.22 tahun sebelum sampai ke mata kita. Dengan jarak segitu, akan butuh waktu sekitar 32 ribu tahun emoticon untuk wahana tercepat hingga saat ini (Apollo 10 dgn kecepatan 11.1 km/detik) untuk bisa mencapai bintang tersebut. Itu belum termasuk bintang-bintang lain yg jaraknya bisa mencapai ribuan atau jutaan tahun cahaya dari bumi.

    Kesimpulannya, yg kita lihat setiap malam adalah masa lalu dari bintang-bintang yg ada di alam semesta. Bisa jadi, bintang yg kita lihat tersebut adalah keadaan bintang ribuan atau jutaan tahun yg lalu yg cahayanya kebetulan baru sampai di mata kita. Bintangnya sendiri mungkin sebenarnya sudah tidak ada lagi di sana, entah mati jadi supernova atau jadi blackhole, cuman cahayanya aja yg belum sampai di mata kita. Wallahualam.

    images taken from : Wikipedia.org 

    May 7, 2008

    New Science and Technology Category

     

    Here are the top 5 of my blog category’s posts :

    1. Though and Opinion : 82 posts
    2. Information Technology : 41 posts
    3. Activity : 33 posts
    4. Games : 19 posts
    5. Guide : 13 posts

    14. Science and Technology : 2 posts emoticon

    So what’s the matter ? Well, if you see the list, there are so many posts about opinion, IT and blah-blah etc etc, but there are only 2 posts about science. That’s the problem. I was once indeed an IT practitioner, but now, i am a scientist. Of course, no one will blame a scientist who knows much about IT, but it will be pathetic if a scientist could only write 2 posts which deal more with his current profession right now, compared with 41 posts about his former job.

    So, i decided to write more about my scientific work (and of course news or opinion about science). That means, i will no longer write too much about IT (and of course, it also doesn’t mean that i’ll never write about IT anymore).

    This category will mainly include posts such as : Radar Technology, Meteorology, Geosciences, and some posts about Astronomy. Enjoy emoticon .

    March 10, 2008

    Go Documentary ~ Part 2

    Discovery Channel - The Future is Wild

    "Imagine a world, millions of years in the future. A world where evolution has written a new chapter in the story of life. The world is inhabited by very strange creatures, like nothing the Earth has ever seen …"

     

    Film yg terbagi dalam 3 bagian dan 13 episode ini menceritakan tentang apa yg mungkin akan terjadi di bumi, seandainya manusia telah hilang (karena punah atau meninggalkan bumi ke planet lain). Akankah keajaiban evolusi akan kembali terjadi pada seluruh komponen bumi ?

    Anda akan dibawa menjelajahi berbagai belahan dunia dan mahluk-mahluk penghuninya yg mungkin tidak pernah anda bayangkan sebelumnya pada 5 juta, 100 juta atau bahkan 200 juta tahun yg akan datang. Mulai dari periode di saat jaman es kembali menerpa bumi, hingga saat bencana global yg menyebabkan kepunahan masal hampir pada seluruh spesies mahluk hidup di dunia.

    Selamat datang di masa depan …. 

    Daftar Episode :

    Welcome to The Future, Return of The Ice, The Vanished Sea, Prairies of Amazonia, Cold Kansas Desert, Waterland, Flooded World, Tropical Antartica, The Great Plateau, The Endless Desert, The Global Ocean, Graveyard Desert, The Tentacled Forrest

    Komentar :

    CGInya lumayan keren, tp gw lebih tertarik dengan perubahan global pada lingkungan bumi di masa yg akan datang, misalnya pada saat air laut mulai memenuhi seluruh daratan pada 100 juta tahun nanti. Mahluk-mahluk di masa depannya jg aneh-aneh, sayangnya karena kebanyakan CGI, jd kurang sreg aja gitu.

    My Rate : 7.5 of 10 

    —————————- 

    National Geographic Special - Insect Wars

    "Every dark element of a mighty human empire building has long been perfected by the insect world. In NGC’s Insect Wars, the violent existences of insect empires are explored and the sometimes brutal battlefield tactics, ingenious defensive strategies and struggles for power between empires are revealed. Go into the inner sanctums of the world’s mightiest insect empires and catch a rare and close-up glimpse at the world of invertebrate power not often seen by the naked eye …"

    Komentar :

    Salah satu film dokumenter tentang serangga terbaik yg pernah gw tonton. Film ini unik karena narasi dan backgroundnya rada mirip film-film action atau film perang emoticon. Ada sedikit bumbu CGI, cuman hampir 90% bagian film benar-benar nyata alias diambil dari sarang serangga-serangga ini (entah gimana caranya). Terus gimana adegan perang-nya ? Wow, keren abis, kayaknya Saving Private Ryan atau 300 nggak ada apa-apanya kalo dibandingkan dengan perang di dunia serangga. Brutal, penuh strategi dan yg jelas nggak ada tipuan kayak film action biasa. Semuanya nyata.

    Pernah ngeliat semut memperbudak semut lain ? Atau puluhan tawon raksasa jepang yg mampu membantai ratusan ribu lebah eropa dalam sekali serangan saja ? Tonton aja film ini.

    My Rate : 9 of 10 emoticon 

    ———————————-

    BBC Horizon - Titan, A Place Like Home ?

    "Over a billion kilometres away, Saturn’s largest moon, Titan, holds tantalising clues to how life began here on Earth …. "

     

    Titan adalah salah satu satelit (bulan) planet Saturnus dan merupakan salah satu satelit terbesar dalam tata surya kita sekaligus menjadi satu-satunya satelit yg memiliki lapisan atmosfer kompleks seperti Bumi. Selama puluhan tahun, Titan telah menjadi daya tarik tersendiri di kalangan astronomer di seluruh dunia. Sejak misi Voyager, tak seorang pun yg mampu menyibak tabir yg tersembunyi di balik awan-awan tebal Titan. Para ilmuwan percaya bahwa Titan merupakan miniatur dari proses yang terjadi sesaat setelah bumi terbentuk dan kemungkinan besar, di satelit inilah rahasia awal terjadinya kehidupan di Bumi dapat terungkap.

     

    Komentar :

    Film ini asik buat ditonton kalo anda suka hal-hal berbau astronomi (kayak saya). Bayangkan saja kalo suatu saat kita harus meninggalkan Bumi untuk mencari tempat tinggal lain di alam semesta. Titan mungkin adalah salah satu alternatif tujuan bagi umat manusia di masa yg akan datang.

    My Rate : 8 of 10

    —————————-

    National Geographic - Naked Science - Bermuda Triangle

    "You’re flying over open water when your controls go dark, all contact with the mainland disappears, and you have no idea where you are. For hundreds of years, boats, airplanes, and ships have vanished in the diabolical geometry of the Bermuda Triangle, but what is behind this deadly phenomenon? Is it a time warp, a "vile vortex," a mysterious electromagnetic force, or simply the weather? Follow the clues left by the most notorious disappearances and find out."

     

    Segitiga Bermuda alias Segitiga Setan. Daerah yg terbentang mulai dari selat Florida, Bahama sampai kepulauan Bermuda ini sudah menjadi legenda selama bertahun-tahun di kalangan para penerbang, pelaut hingga masyarakat umum di seluruh dunia. Entah sudah berapa ratus pesawat dan kapal laut yg menghilang secara misterius ketika melintas di daerah ini. Benarkah berbagai fenomena yg terjadi secara misterius ini adalah ulah UFO ? atau mungkin hanya terjadi karena faktor alam seperti badai atau tornado ?

    Komentar :

    Buat yg penasaran dengan segitiga bermuda, coba deh tonton film ini. Mungkin pertanyaan-pertanyaan anda bisa segera terjawab, dari sisi scientific tentunya.

    My Rate : 8 of 10 

    ———————————

    Images Taken from : www.mvgroup.org